Sunday, 8 June 2014

Tips Membeli Monitor Khusus Gaming

Tips Membeli Monitor Khusus Gaming. Monitor untuk bermain game tidak sama dengan monitor biasa yang digunakan untuk mengetik atau design grafis! Monitor gaming harus memenuhi kriteria spesifik yang tidak ada di monitor biasa. Berikut tips yang sebaiknya kalian perhatikan sebelum membeli monitor untuk bermain game di PC.




Umumnya, teknologi panel pada monitor modern terdiri Twisted Nematic (TN), In-Plane Switching (IPS), dan Vertical Alignment (VA). Lalu, mana di antara ketiga teknologi ini yang terbaik untuk gaming? Jawabannya adalah TN atau Twisted Nematic. Untungnya, teknologi TN digunakan hampir semua monitor di pasaran. Kelebihannya adalah harga terjangkau dan Response Time tinggi. Sedangkan kekurangannya adalah viewing angle relatif rendah serta tingkat brightness dan reproduksi warna yang rendah pula.
Namun, hal terpenting untuk monitor gaming adalah response time tinggi! Teknologi ini bisa menghasilkan kecepatan hingga 2ms. Jadi, kalian tidak akan ketinggalan ketika membidik musuh yang bergerak cepat dan tidak ada gambar berbayang.

Ketika memilih ukuran layar, selalu ingat tiga hal terpenting; harga, ukuran, dan resolusi native-nya. Semakin besar ukuran monitor, begitu pula dengan harganya. Ukuran monitor yang masuk akal untuk digunakan saat ini mulai dari 17 hingga lebih dari 30 Inci. Monitor ukuran 17” tidak cocok digunakan untuk bermain game, sebab tidak ada gunanya mengorbankan kesehatan matamu untuk bermain di layar kecil tersebut.
Monitor paling tepat untuk gaming adalah 22” hingga 24”. Alasannya sederhana saja, harga dan resolusinya masuk akal. Monitor tersebut resolusinya sudah mencapai 1920x1080. Selain itu, ukurannya tidak memaksamu untuk duduk terlalu jauh dan gambarnya juga mudah dilihat. Sebagai tambahan, harganya masuk akal.
Bagaimana dengan monitor berukuran di atas 24”? Perbedaan harganya terlalu jauh dari monitor 24”. Selain itu, kamu harus memikirkan kesehatan mata ketika bermain menggunakan monitor tersebut. Jangan korbankan kesehatan matamu demi gengsi punya monitor gaming besar. Lebih baik gunakan uangnya untuk membeli PC berkekuatan tinggi!

Aspect Ratio adalah perbandingan ukuran tampilan di layar, yaitu panjang banding lebar. Umumnya, grafis ketika bermain game terbaru adalah 16:10 atau 16:9. Untungnya, hampir semua monitor LCD dan LED menggunakan perbandingan ini, terutama monitor berukuran 24”.

Nilai ini mewakili perbandingan antara cahaya terendah dan cahaya paling terang. Jadi, ia adalah ukuran kemampuan menghasilkan gelap dan terang di monitor. Sayangnya, nilai ini tidak memiliki standar yang pasti. Ditambah lagi adanya Dynamic Contrast Ratio (DCR) yang mengemulasikan tingkat kegelapan. Terkadang DCR terlalu berlebihan dan menghasilkan kondisi cahaya yang tidak akurat.

Brightness menentukan terangnya cahaya pada monitor dan ditandai dengan satuan candela per meter persegi (cd/m2). Monitor standar punya Brightness antara 250 cd/m2 hingga 300 cd/m2 yang cukup untuk keperluan biasa. Namun, untuk bermain game dan menonton film disarankan menggunakan Brightness 400 cd/m2.

Masyarakat umum membagi monitor modern dalam dua kategori, yaitu LCD dan LED. Sebenarnya keduanya sama dalam hal teknologi panel penghasil gambarnya. Bedanya terletak pada metode penerangan panelnya. Layaknya layar di pertunjukkan wayang kulit, cahaya ditembak dari belakang layar dan membentuk bayangan wayang. Begitu juga dengan monitor.
LCD menggunakan Cold Cathode Fluorescent Lamps (CCFLs). Cara kerjanya mirip dengan lampu neon. Sedangkan monitor LED menggunakan banyak Light Emitting Diode (LED) untuk penerangan. 
Sebenarnya kamu tidak harus memakai monitor LED untuk bermain game. Namun, keuntungannya cukup banyak, seperti response time tinggi (kebanyakan LED menggunakan TN), reproduksi warna lebih baik, bentuknya lebih tipis, Brightness tinggi, dan hemat listrik. Sayangnya, harganya cukup mahal.

Sebelum membeli monitor, perhatikan koneksi di belakangnya. Usahakan membeli monitor dengan konektor HDMI bila kamu ingin bermain game berkualitas HD. Sebenarnya monitor dengan koneksi DVI sudah lebih dari cukup. Sebab, suara yang keluar dari game diteruskan ke sound card dalam PC dan terdengar melalui speaker atau headphone.
HDMI sebenarnya sama saja output sinyal grafisnya dengan DVI. Bedanya, HDMI membawa data suara dan gambar sedangkan DVI hanya gambar saja. Namun, bila kamu bermain di PC tentunya hal itu bukan masalah bukan?

Sumber : Jalantikus.com

Semoga bermanfaat..
Load disqus comments

0 komentar