Sunday, 9 February 2014

Renovasi Rumah Tanpa Tercekik Biaya


Saat anggota keluarga bertambah, rumah anda mungkin terasa sesak dan tidak cukup untuk mengakomodasi seluruh penghuni rumah. Bila ini terjadi, barangkali saatnya anda melakukan renovasi. Sayangnya, jika perencanaan dan perhitungan tidak tepat, biaya renovasi rumah justru bisa membengkak. Oleh karena itu simak sejumlah hal yang captain akan bagikan ketika anda ingin merenovasi rumah :

1. Tentukan rencana tentang bagian rumah yang akan  direnovasi. Misalnya, jika ingin menambah lantai dan kamar tidur, anda tentukan bagian-bagian rumah yang terkena dampak renovasi. Namun, hindarilah renovasi ke bagian lain yang tidak terkait dengan rencana renovasi, misalnya bagian garasi yang jauh dari rencana renovasi anda.

2. Perhitungkan kebutuhan renovasi rumah untuk menyusun perkiraan anggaran yang dibutuhkan. Misalnya, untuk penambahan genteng rumah, anda membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 juta. Susunlah rencana anggaran dengan terlebih dahulu menyurvei harga material bangunan di pasaran. Tambahkan dengan biaya pekerja. Dengan demikian, anda bisa memperkirakan jumlah biaya sebelum diserahkan kepada pemborong atau sebagai gambaran jika ingin renovasi rumah sendiri.

3. Sebisa mungkin sesuaikan biaya renovasi rumah dengan susunan anggaran yang telah anda buat sebelumnya. Apabila meleset, pastikan jumlahnya tidak terpaut terlalu jauh.

4. Simpanlah bahan bangunan yang masih baik kondisinya. Bahan bangunan lama yang masih baik bisa digunakan untuk material bangunan baru. Jika tidak, anda bisa menyimpannya jika sewaktu-waktu dibutuhkan renovasi selanjutnya.

5. Sebaiknya anda jangan terburu-buru membuang bahan bangunan. Namun, gunakanlah kembali sisa-sisa bangunan lama yang kondisinya masih baik. Misalnya jendela, pintu, dan genteng. Hal ini akan membantu menekan pengeluaran anda. Manfaatkan pula bagian-bagian dari bangunan lama untuk dikreasikan menjadi beragam bentuk pada bangunan baru. Misalnya, pecahan keramik lantai menjadi kolase unik pada salah satu sudut bangunan yang telah direnovasi.

6. Anda juga bisa membeli material bekas. Namun, perlu diingat, material bekas tersebut masih baik kondisinya dan dapat digunakan kembali, misalnya genteng - genteng  sisa pembongkaran bangunan.

7. Meskipun bagian rumah mengalami renovasi, sebaiknya anda tetap mengutamakan aspek-aspek hunian sehat, misalnya mengenai faktor pencahayaan, aliran air, sirkulasi udara, dan pemakaian material bangunan atau finishing yang ramah lingkungan dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan untuk para penghuni di dalamnya.


8. Lakukan renovasi pada musim kemarau. Renovasi pada musim hujan bisa berjalan lebih lambat dan banyak memakan waktu atau biaya. Udara yang lembab bisa menyebabkan cat tembok kering lebih lama. Cipratan air hujan juga bisa menghambat aktivitas para tukang bangunan.

9. Pilihlah pemborong atau jasa kontraktor dengan tepat.  Pilihlah pemborong yang jujur, berpengalaman, dan professional. Carilah rekomendasi dari teman atau saudara untuk mendapatkan pemborong yang baik.

10. Meskipun menyerahkan renovasi rumah kepada jasa kontraktor atau pemborong, pastikan anda juga selalu memantau proses pengerjaan rumah. Pastikan anda mengetahui jadwal dan rencana pengerjaan renovasi rumah. Usahakan agar renovasi rumah berjalan dengan tepat waktu.

11. Selama proses pengerjaan renovasi rumah, pastikan anda tidak tergoda untuk mengganti bahan-bahan yang akan digunakan menjadi bahan-bahan yang lebih mahal. Bahan bangunan yang berkualitas memang penting. Namun, anda perlu bijak dalam memilih bahan bangunan dengan kualitas yang cukup dan harga yang lumayan jika ingin berhemat dalam proses renovasi rumah.

Sekian tips merenovasi rumah dari captain, yang captain kutip dari koran kompas edisi  18 november 2013 lalu..

contoh interior rumah 1

contoh interior rumah 2

contoh interior rumah 3


Load disqus comments

0 komentar